Tulisan

Bunga 

Bunga mekar itu dipetik, diikatnya dengan pita-pita, lalu diberikannya untuk yang terkasih.

Bunga mekar itu dirontoknya, dikumpulnya dalam keranjang lalu ditaburnya di pusara-pusara tempat bersemayam jasad tak bernyawa.

Bunga mekar itu gugur sebagai roman, diangankan abadi. 

Bunga mekar itu berakhir sebagai tanda. 

Iklan
Tulisan

Soal Sepi

Sepi menjadi yang sejati, ia setia di sisi tuannya. Sepi mengabdi seolah tidak ada tujuan lain dari kelahirannya.

Bahkan ketika tuannya menyuruhnya pergi meninggalkannya, Sepi tau persis kapan waktu yang tepat untuk kembali.

Tuannya memang tidak pernah senang sepi berada di dekatnya. Tapi Tuan si Sepi itu kadang tidak memiliki apapun selain dirinya sendiri.

tidak berkawan,

Sepi selalu mengikuti tuannya kemanapun tuannya pergi, 

Ada di rumah kosong, Ada di pasar yang lengang, ada di tempat ibadah, ada di sudut gang, sepi juga ada di sudut gang. Sepi juga ada di keramai festival, di pertujukan dan pentas tari,

Sepi bahkan lebih setia dari seekor anjing.

satu doa Tuannya untuk Sepi…..

“Sepi berkhianatlah untukku”

Tulisan

Pulang Tahun ini

Akhir September, hujan menyambut sejak aku keluar dari bandara dan dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat ayah di rawat, bersyukur tidak lebih seminggu setelah kedatanganku ia kembali kerumah. Kami lesu karena memikirkan kemungkinan terburuk saat-saat genting itu.

Baru aku tersadar cuaca kota yang dahulu dalam memoriku terik, kini biru, cuaca seingatku tidak pernah begitu di kota dengan sejuta keluhan ini. 

lelumutan di dinding bata dam, kayu-kayu lapuk yang tertumpuk , tanaman hijau dan kembang mekar di pekarangan, angin sepoi yang meniup rumput dan dedaunan. Rumah tidak pernah terasa begitu puitis sebelumnya.

Jalanannya juga begitu, lalu lalang kendaraan, lampu remang jalanan, gema azan lima waktu. Hingar bingar. 

orang-orang mulai membicarakan masa lalu yang manis, menceritakan tentang teman mereka yang kini tiada, menceritakan anak mereka yang sudah dipinang dan meminang, menceritakan tempat-tempat hiburan favorit mereka yang kini menjadi bangunan kosong yang tak terurus entah sebab apa. Semua cerita mendadak adalah nostagia. Padahal seingatku dulu orang selalu bicara rencana dan wacana.

entah apa sebab musababnya, aku lirih, rindu, 

lalu aku merasa luar biasa lelah. 

kantuk 

Tulisan

Melewati setapak

Kita berjalan di setapak Praga, 

Kita abaikan embunnya pagi itu.

Kita tak acuh pada ranting rindang yang jatuhkan daun jingganya.

Kita abaikan angin yang berisik.

Kita lalu tidak peduli pada matahari terbit yang kemudian mulai meninggi.

Kala itu kita hanya peduli bagaimana cara  semua duka binasa, 

seperti embun yang menguap, seperti daun yang jatuh atau juga matahari pagi yang kemudian meninggi

ah, ternyata kita hanya perlu melewatinya. 

lalu raiblah ia

Tulisan

Jurnal mimpi (Muara)

Semua orang bertepuk tangan, menyambutku dengan ramah. 

Semua orang berkata, “selamat, kau sudah berusaha keras” 

Senyumku langsung sumbringah, Ada sebuah perayaan kecil untuk ku, dimana semua orang-orang melihatku tidak dengan sebelah matanya. 

Aku masih sumbringah hingga terbangun.

Mimpi malam itu memang sebuah harapan. 

Harapanku, kepada sebuah muara tentang perjalanan.

Dimana semua orang berkata “kami bersyukur kau melengkapi hidup kami”. 

haha

Tulisan

Sebuah surat untuk seseorang seperti Anda

Untuk: Seseorang seperti Anda.

Dari: Seseorang seperti saya

Salam

Apa kabar? saya harap semoga jawabanya selalu baik, apa saja yang sudah saya lewatkan dari keseharian Anda, keseharian yang dulu setiap hari anda ceritakan, apakah ceritanya masih sama menariknya seperti dulu? 

Pagi ini, pagi yang jauh sebelum surat ini sampai, matahari terbit dengan teriknya, tapi entah mengapa terasa dingin. Saya malas beranjak dari ruangan namun jenuh karena tidak melakukan apapun. Tiba saja saya ingin menulis sebuah surat, entah untuk siapa? begitu awalnya. Lalu saya lalu teringat seseorang seperti Anda.

Teringat bukan karena saya melupakannya tapi teringat karena dahulu biasanya saya selalu membagi “ke-entah-untuk-siapa-an” itu kepadanya, kebiasaan yang sudah bukan kebiasaan lagi. kebiasaan yang entah sejak kapan sudah bukan kebiasaan lagi.

Kali ini saya rasa Anda juga masih menjadi orang yang tepat.

Menjadi muara untuk segala kebingungan saya untuk menjadi tempat berbagi, berbagi cerita, ataupun keluh kesah. 

Sama seperti dahulu.

Dan masih sama seperti dahulu, hari ini saya juga memilih Anda sebagai tempat berbagi, namun bukan berbagi cerita ataupun keluh kesah seperti kebiasaan dahulu, 

Hari ini saya hanya ingin berbagi sebuah surat, karena saya tidak tau kemana surat ini harus saya alamatkan. Karena saya tidak tau, maka saya pilihlah anda yang menjadi akhir dari kebingungan itu. 

Hanya sebuah surat

Salam